Selasa, 24 Maret 2015

Ringin Anom, Parakan

RINGIN ANOM

Sebuah kelurahan yang masuk dalam wilayah kecamatan Parakan, kabupaten Temanggung. Desa Ringin Anom terdiri dari empat dusun yaitu Ngesrep, Karang Anyar, Ngodo Lendo, dan Ngodo Ringin. Dengan kurang lebih 1350 kepala keluarga dan 5500 jiwa mayoritas bermata pencaharian sebagai petani, sebagian yang lain ada yang menjadi buruh. Dengan letak geografis tanah yang cukup landai dan adanya sungai-sungai yang melewatinya, sistem pengairan sawah pun cukup lancar dan didukung juga dengan kondisi tanah yang subur. Komoditas utama para petani seperti di sebagian desa di temanggung yaitu tembakau, meski harganya tidak setinggi desa lain yang letaknya cukup tinggi di lereng gunung Sindoro dan Sumbing. Kmoditas lainya juga ada yang menjadi andalan seperti cabe, jagung, dan padi. Akses jalan di semua dusun sudah lumayan baik. Jalan-jalan sekarang sudah beraspal dan beton. Mobil kebersihan darri Dinas Pekerjaan Umum pun sudah masuk desa kami.

Tak ada yang tau pasti tentang asal muasal nama Desa Ringin Anom, tapi sebagian besar penduduk mengartikan secara harfiah yaitu RINGIN;pohon beringin dan ANOM;muda. Jadi berarti Pohon Beringin Yang Masih Muda. Ringin Anom tak luput dari sejarah berdirinya kota Parakan, karena memang masih masuk dalam wilayah kecamatan Parakan. Jika jalan kaki, 5 menit pun sampai ke pasar Parakan yang sekarang masih dalam tahap pembangunan. Myoritas penduduk Ringin Anom beragama muslim, dan segelintir orang ada yang non muslim. Masyarakat masih menjunjung tinggi warisan leluhur seperti orang jawa pada umumnya. Tradisi tersebut biasanya dilakukan saat hari-hari besar islam, seperti Nyadran menjelang bulan puasa, Mauludan dalam rangka memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW, Bundatan Suro atau tutupan bulan Muharram, Malem Selikuran atau malam tanggal 21 Ramadhan dengan acara selametan di mesjid. Biasanya dengan ritual membawa tumpeng dan ingkung, ad yang ingkung ayam bebek atau enthog. Dan itu masih dilestarikan sampai sekarang. Dengan masyarakat yang rukun dan harmonis serta ekonomi masyarakat yang cukup mapan, Ringin Anom menjadi desa yang semakin maju. Dan tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti akan masuk dalam wilayah perkotaan.
Meskipun demikian tradisi harus tetap dijaga dan tidak terpengaruh dari status dan kondisi desa suatu saat nanti. Karena itu merupakan warisan budaya leluhur yang tak ternilai haraganya, dan kelak nanti anak-anak cucu akan tau betapa panjang sejarah desa kelahiranya.


5 komentar:

  1. Aku terlahir dari desa ringinanom.khususnya karang anyar..aku bangga jadi orang desa karena tanahnya yang subur dan makmur.

    BalasHapus
  2. Inshaallah...Ringin Anom akan slalu Subur dan makmur

    BalasHapus